Skip to main content

Posts

Renungan

Renungan Setiap perjalanan mempunyai cerita.. Setiap raga punya sebuah kenangan Begitu pula setiap hati punya rasa.. Bagaimana dengan kondisi hati hari ini? Masihkah dalam setiap perjalanan terselip dzikir hati kepada-Nya? Atau justru cerita yang ada malah menjauhkan posisi dengan-Nya.. Astaghfirullahal'adzim

Writing is Amazing thing

Writing is Amazing thing 12 maret 2015 Menulis merupakan aktifitas menyenangkan, karena dengan melalui media tulisan, kita dapat menumpahkan seluruh sudut pandang kita terhadap suatu hal. Media tulisan ini bisa dilakukan bagi seseorang yang sulit mengungkapkan apa yang dirasakannya secara verbal, sehingga dengan menggunakan media tulisan ini mampu menjelaskan  jalan pikiran seseorang. Kurangnya minat masyarakat dalam menulis merupakan akibat dari kurangnya minat membaca. Hal ini pun menyadarkan kita bahwa menciptakan sebuah tulisan yang berkualitas atau kita dapat mengatakan bahwa seseorang yang semakin baik tulisannya karena ditunjang dengan aktifitas membaca. Membaca dan menulis merupakan dua aktifitas yang tak terpisahkan. Tanpa membaca, seorang penulis kurang mampu menjelaskan secara detail dan luas cakupan apa yang ditulisnya, dengan membaca pula misal me- review membuat seseorang mengetahui apakah ada format tulisan atau makna tulisan yang tidak sesuai. Aktifit...
Perhaps a  moon too shy make a little smile for me. Just the dark sky and the rain have one message, This night full of Bless from My Lord. Alhamdulillah.. ~ dry~

Hari Istimewa Untuk si-Miskin, Menjadi Alarm Keras Bangsa kita

Tulisan berikut saya tulis bertepatan dengan Hari Pengentasan kemiskinan sedunia, tapi berhubung tidak mendapatkan space di media publik resmi (baca : koran) So, I prefer to share in this blog. Check it out! :-) Hari Istimewa Untuk si-Miskin, Menjadi Alarm Keras Bangsa kita “Hidup Miskin” , jika statment itu merupakan suatu opsi pada sebuah kuisioner yang dilontarkan kepada seseorang, apakah ia ingin hidup dalam kemiskinan atau kecukupan? pastinya tidak ada orang yang ingin hidup dalam kemiskinan. Namun lain halnya ketika kita melihat kondisi realitas kehidupan, maka hidup dalam kemiskinan bukanlah suatu opsi pilihan kuisioner kepada masyarakat melainkan sebuah kenyataan hidup tanpa bisa ditawar lagi  yang dialami sebagian masyarakat kita di Dunia. Penderitaan, serba kekurangan, ancaman, kelaparan, dan ketidaklayakan hidup terangkum menjadi serentetan kondisi yang dialami oleh masyarakat miskin. Kemiskinan selalu menjadi topik terhangat dan diperbincangkan pa...
Rindu... Saat ku membuka mata.. mentari masih secerah seperti sediakala.. Ku hirup udara pagi, berusaha melepas segala beban di jiwa.. Masih berapa lama lagi harus ku berpura-pura tegar menahan rindu ini? Di saat ketidakpastian selalu menghantui.. Aku hanya mampu menghimpun doa dalam hati  Berharap hati ini terus digenggam oleh-Nya  

OVERVIEW LEMAHNYA PELAYANAN PBB

Pelayanan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) dinilai melemah semenjak aktifitasnya dialihkan dari terpusat ke masing-masing Pemerintah daerah. Pengalihan wewenang pengelolaan PBB ini bertujuan agar dapat meningkatkan pendapatan asli daerah dan pelayanan kepada masyarakat setempat. Sistem pembayaran PBB yang terakhir kali dipegang oleh Direktorat Pajak Kementerian Keuangan pada akhir 2013, seharusnya semakin memudahkan masyarakat. Namun, faktanya masyarakat wajib pajak merasa sistem sekarang lebih rumit. Masyarakat tidak dapat melakukan pembayaran PBB secara elektronik seperti sediakala melalui ATM, internet banking, sms banking , phone banking , dan teller di sejumlah bank nasional. Masyarakat wajib pajak harus berkorban lebih banyak waktu untuk antre di loket, tenaga serta biaya agar dapat memenuhi penyetoran PBB ke akses yang ditunjuk daerah setempat. Kendala masyarakat dalam menghadapi sistem baru pengelolaan PBB ini yaitu tidak dapat melakukan transaksi melalui ATM, karena ti...

Diskusi Penentuan Indikator Hak Ekosob ( Ekonomi, Sosial, Budaya) Komnas Ham

Diskusi Penentuan Indikator Hak Ekosob ( Ekonomi, Sosial, Budaya) Komnas Ham Ditulis oleh : Dwi Risna Yuniarti Research Assistant Perkumpulan Prakarsa drisna@theprakarsa.org Hari Senin, 15 Juli 2014 saya berkesempatan   ditugaskan untuk menghadiri forum diskusi terbatas yang diselenggarakan oleh KOMNAS Ham RI. Siang itu saya tiba di Sofyan Betawi Hotel yang berlokasi dekat dengan stasiun Gondangdia dan masjid Cut Mutiah, Menteng. Kehadiran para undangan saat itu berasal dari Bappenas, KH dan Internal peneliti Komnas Ham. Acara mulai sekitar pukul empat sore, dibuka oleh Bapak Pihri dan ada penyampaian sekilas tentang Hak Ekosob oleh Bapak Andi ( Mades). Diskusi terbatas ini tengah membicarakan tentang pendefinisian serta pembentukan indikator HAM untuk Indonesia yang nanti akan dijadikan sebagai usulan untuk pengambilan kebijakan di Pemerintahan. Berbekal dengan konsep dasar HAM dan Hak ekosob ini, saya pun memerhatikan bagaimana Pak Andi menjelaskan ternyata dal...