Skip to main content

Posts

Showing posts with the label artikel

Adakah engkau?

Bismillahirrahmanirrahim,,  "Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada yang menyeru kepada Allah,mengerjakan amal yang saleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim."(QS.Fushshilat :33)  Engkau wahai pemimpin..  Bukanlah seorang Pemimpin jikalau masih dekat perkataanmu dibumbui hawa nafsumu,jadikanlah kedewasaanmu dan senantiasa mengemban amanah dengan niat mencari ridho-Nya  Suatu peristiwa indah yang terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khaththab r.a.Kiranya peristiwa ini patut kita kenang selamanya.Peristiwa tersebut terjadi di salah sebuah rumah diantara sekian banyak rumah yang terdapat di kota Madinah yang mulia.Suatu hari Umar r.a duduk dengan sahabat-sahabatnya.Ia berkata,"Bercita-citalah!" Salah seorang diantara mereka berkata,"Saya bercita-cita seandainya rumah ini penuh dengan emas niscaya akan saya infaqkan di jalan Allah."Lalu Umar berkata lagi,"Bercita-citalah!" Sahabat yang lai...

Ikhtilaf dan I’tilaf

Ikhtilaf dan I’tilaf THURSDAY, 16 FEBRUARY 2012 14:02 WRITTEN BY HAMID FAHMY ZARKASYI Pada bulan-bulan ini di Kuwait, persisnya di  Markaz al-Alami lil al-Wasatiyah , diadakan  daurah  atau training. Training selama seminggu itu sedikitnya diikuti oleh 17 kelompok dari Negara yang berbeda-beda. Semula saya, sebagai peserta, ragu jangan-jangan ini adalah training untuk menjadi Muslim moderat dalam pengertian liberal. Dari materi dan traininernya, saya menjadi tahu ini bukan liberal. Moderat dalam mensikapi perbedaan diantara umat Islam. Materinya hampir semuanya tentang syariah, utamanya adalah Fiqh  al-I’tilaf wa al-Ikhtilaf   (Fiqih persatuan dan perbedaan) dan  Fiqh al-Aulawiyyat  (Fiqih Prioritas). Trainernya adalah para pakar dalam bidang syariah pula, dan yang pasti dalam mazhab  Ahlussunnah wal Jama’ah. Untuk memahami peta  ikhtilaf  dalam Islam Dr.al-Bayanuni menggambar 3 lapisan lingkaran kecil sedang dan besar. L...

Jaga Aurat dari Maut

Artikel Lepas 20/3/2012 | 27 Rabbi al-Thanni 1433 H  | Hits: 2.275 Oleh:  Ummu ‘Aifah Ilustrasi (inet) dakwatuna.com –  Suatu kali, seorang akhwat dengan senyum tak enak berkata, “Mo gimana lagi, ane sebelum pake jilbab udah tinggal sama ipar. Jadi nggak enak aja kalo sekarang dengan dia pake tutupan segala.” Yang mendengar tentu langsung lemas. Masa’ ketika di luar, dari atas sampai bawah tertutup, giliran di rumah dibuka begitu saja. Kejadian di atas adalah fakta yang penulis temui sekitar satu tahun lalu—mudah-mudahan akhwat tersebut kini berubah pikiran—dan kenangan itu kembali lagi setelah seorang siswi SMA menanyakan status iparnya pada penulis. Sebelumnya, seseorang juga pernah berkata, saudara ipar adalah mahram karena ikatan perkawinan. Hm, siapa bilang? “Hindarilah berkhalwat (berduaan) dengan kaum wanita!”  Ada yang bertanya,  “Wahai Rasulullah, bagaimanakah dengan saudara ipar?” Rasulullah menjawab, “Berkhalwat dengan saudara...