dari balik tabir, kudengarkan wanita itu bicara mengisahkan pengalaman yang akan menjadi guru “aku bertemu dua lelaki”, dia memulai cerita dengan suara lembut, riang, sekaligus sendu aku menerka demikian pula wajahnya “kurasa dua-duanya mampu membuatku tak bisa menolak jika mereka punya kehendak” “oh ya?”, kudengarkan sambil dalam hati mengucap “Rabbi..” “lelaki pertama berparas titisan yusuf, hartanya warisan sulaiman, gagahnya serupa musa” wanita itu berhenti, sejenak menghela nafasnya aku menggigit bibir dan mendalamkan tundukku “dan tahukah kau”, suaranya cekat kini, “setelah bicara padanya, aku pulang terpesona merasa telah berjumpa dengan lelaki paling rupawan bercakap dengan insan paling bijaksana” aku tak ingin tahu lebih banyak, jadi kutanyakan padanya tentang lelaki kedua dan sepertinya dia tersenyum “seusai berbincang dengan lelaki kedua”, katanya “aku pulang dengan bahagia, merasa penuh pesona merasa menjadi wanita paling jelita merasa diriku perempuan paling ce...
Langit tidak pernah mengatakan bahwa ia tinggi