Skip to main content

Lagi Pengen Nulis Aja

Ingin menulis tapi tidak punya ide??? Hmm,, itulah, kendala yang sering saya temui untuk memulai sebuah tulisan. Sejak membuat blog ini tujuh tahun lalu, saya bertekad untuk mewarnai blog saya ini dengan banyak tulisan-tulisan. Tentu saja, tulisan yang ingin saya hasilkan bertujuan agar menjadi manfaat bagi pembaca. 

Lalu, suatu ketika saya berpikir kembali, mengapa dari waktu-ke waktu tulisan saya rasanya timbul tenggelam, kadang saat saya sedang mood menulis, bisa menghasilkan banyak tulisan. Sebaliknya, pas lagi nggak mood mungkin hanya ketikan-ketikan tulisan beberapa baris yang pada akhirnya saya hapus kembali.huhu... :-( 

Sebenarnya secara pribadi, saya termasuk orang yang tidak terlalu banyak berbicara disaat yang menurut saya memang tidak perlu. Tapi, di kondisi tertentu, saya bisa menjadi orang yang sangat bawel. Dari situlah, sebenarnya saya adalah orang yang sangat memerlukan media tulisan untuk mengungkapkan hal-hal yang tidak bisa saya katakan secara lepas. Bukan bermaksud memendam perasaan atau sebagainya, memang saya cenderung menghindar dari suatu konflik atau perdebatan yang menurut saya kalau saya terlalu terlibat banyak bikin pusing kepala mending let it flow dan cenderung dipikirkan sendiri kalau tidak ditulis. Ibu menjadi orang yang paling dekat untuk saya curhati. Karena Ibu orang yang paling mengerti saya. Meskipun,kadang ada sesuatu yang suka saya rahasiakan,Ibu diam-diam mengetahuinya tanpa mengganggu privasi saya, mungkin disitulah ikatan batin seorang ibu dengan anaknya. 

Dengan tulisan membuat saya lebih bebas mengekspresikan apa yang saya rasakan. Jadi.. Harus mulai menulis lagi.. :)

Semangattt! 

Comments

Popular posts from this blog

Menunggu..

Ya Rabb seperti inikah rasanya menunggu?? Ampuni daku atas ketidaksabaran yang berkali-kali menghampiri Ampuni daku atas ketidaktahuan atas pilihan terbaik-Mu Ya Rabb, hamba seperti berada di atas kapal kayu yang harus mendayung hingga daratan Kadang, saat hati lelah dayungan tersebut berhenti, namun ku berusaha mengembalikan semangat itu kembali Rindu dengan kondisi dulu.. Saat masih selalu terjaga Saat masih selalu menjaga Ku berharap penantian ini menjadi penantian terbaik yang telah Kau hadiahkan kepadaku.. Allahumma Aamiin

Sekilas Diskusi Kajian MP3EI dalam Perspektif HAK ASASI MANUSIA di KOMNAS HAM RI

Oleh Dwi Risna Yuniarti (email : drisna@theprakarsa.org) 10 Juni 2014   Peluncuran MP3EI yang dilakukan Pemerintah sudah dimulai sejak tahun 2011. Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) merupakan program pembangunan jangka menengah. Program yang diinisiasi oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian RI dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (bapennas) ini dilandasi oleh hukum Perpres No.32 Tahun 2011. Skala Proyek MP3EI ini akan berlangsung hingga 2025 mendatang secara masif dan luas. Ada tiga pendekatan yang dijalankan MP3Ei untuk menggenjot pembangunan ekonomi. Pertama, pendekatan terobosan ( breakthrough ); kedua, semangat “not business as usual”, yaitu dengan sinergi antara pemerintah pusat,pemerintah daerah, BUMN dan BUMD dan; ketiga, komitmen deregulasi ( de- bottlenecking ) untuk meningkatkan investasi. Fokus MP3EI ini terletak pada pembangunan di delapan sektor ekonomi, yaitu pertanian, industri, energi, per...

Ciri-Ciri Orang Yang IKhlas

Ciri-ciri Orang yang Ikhlas Thursday, 15 March 2007 Seri Mutiara Al Hikam Oleh Aa Gym Syaikh Ahmad Ibnu Athaillah berkata dalam kitab Al Hikam, “Amal perbuatan itu sebagai kerangka yang tegak, sedang ruh (jiwa) nya adalah tempat terdapatnya rahasia ikhlas (ketulusan) dalam amal perbuatan” Bab tentang ikhlas adalah bab yang mutlak dan paling penting untuk dipahami dan diamalkan, karena amal yang akan diterima Allah SWT hanyalah amal yang disertai dengan niat ikhlas. “Tidaklah mereka diperintah kecuali agar berbuat ikhlas kepada Allah dalam menjalankan agama”. Oleh karenanya, sehebat apapun suatu amal bila tidak ikhlas, tidak ada apa-apanya dihadapan Allah SWT, sedang amal yang sederhana saja akan menjadi luar biasa dihadapan Allah SWT bila disertai dengan ikhlas. Tidaklah heran seandainya shalat yang kita kerjakan belum terasa khusyu, atau hati selalu resah dan gelisah dan hidup tidak merasa nyaman dan bahagia...