Skip to main content

Refleksi jiwa









Bismillahirrahmanirrahim...

Layaknya Muadz bin Jabal, semoga apa yang kita lakukan saat ini tetap berorientasi kebaikan. Karena, tak sedikit pun kita tahu; satu atau dua menit mendatang Allah akan memberikan keputusan apa bagi kehidupan kita.
“Ya Allah, sesungguhnya selama ini aku takut kepada-Mu, tetapi hari ini aku mengharapkan-Mu. Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa aku tidaklah mencintai dunia demi untuk mengalirkan air sungai atau menanam kayu-kayuan, tetapi hanyalah untuk menutup haus di kala panas, dan menghadapi saat-saat yang gawat, serta untuk menambah ilmu pengetahuan, keimanan dan ketaatan.” (Do’a Muadz bin Jabal)
Di kutip dari :Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/02/18278/orientasi-kebaikan/#ixzz1tSUbsDyl





Robb,,,
Mohon dengarkan aku malam ini...
Untuk ringankan langkah kaki,,Robb dengarkanlah...
Kala hatiku lalai dalam segera kepada-Mu
Ingatkan aku tuk kembali bersegera pada-Mu
Kala jiwa ini tidak berorientasikan untuk kebaikan menuju akhirat-Mu..
Tegurlah aku tuk kembali dalam kebaikan-Mu
Robb,,kadang jiwa ini lelah
Lelah akibat perbuatanku yang sering lupa bersyukur akan ni'mat-Mu
Lelah akibat duniawi yang sering aku dekati ketimbang akhirat-Mu
Robb,,segala rasa ini membuatku takut jauh dari-Mu
Takut Engkau murka dan aku tak mampu lagi berinteraksi kepada-Mu..
Robb,,,
Berikanlah ketenangan dan ketentraman dalam diri ini
Agar tak menjadi bumerang atas semua dosa yang pernah ku lakukan,,
Ampunkanlah yaa Robb..
Aku hanya ingin dapat bertemu Engkau dan memperoleh Ar- Rahiimu..
Yang hanya dapat diperoleh hamba-hamba-Mu yang beriman dan bertakwa..
Robb,,, aku takut tak lagi bisa mendapat cahaya Iman yang Kau pancarkan akibat kelalaianku
Robb...kuncilah hati ini dari godaan syaitan yang ingin merusak kesuciannya
Robb,, ampunkanlah jiwa penuh dosa ini...
Aamiin...

Comments

Popular posts from this blog

Menunggu..

Ya Rabb seperti inikah rasanya menunggu?? Ampuni daku atas ketidaksabaran yang berkali-kali menghampiri Ampuni daku atas ketidaktahuan atas pilihan terbaik-Mu Ya Rabb, hamba seperti berada di atas kapal kayu yang harus mendayung hingga daratan Kadang, saat hati lelah dayungan tersebut berhenti, namun ku berusaha mengembalikan semangat itu kembali Rindu dengan kondisi dulu.. Saat masih selalu terjaga Saat masih selalu menjaga Ku berharap penantian ini menjadi penantian terbaik yang telah Kau hadiahkan kepadaku.. Allahumma Aamiin

Sekilas Diskusi Kajian MP3EI dalam Perspektif HAK ASASI MANUSIA di KOMNAS HAM RI

Oleh Dwi Risna Yuniarti (email : drisna@theprakarsa.org) 10 Juni 2014   Peluncuran MP3EI yang dilakukan Pemerintah sudah dimulai sejak tahun 2011. Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) merupakan program pembangunan jangka menengah. Program yang diinisiasi oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian RI dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (bapennas) ini dilandasi oleh hukum Perpres No.32 Tahun 2011. Skala Proyek MP3EI ini akan berlangsung hingga 2025 mendatang secara masif dan luas. Ada tiga pendekatan yang dijalankan MP3Ei untuk menggenjot pembangunan ekonomi. Pertama, pendekatan terobosan ( breakthrough ); kedua, semangat “not business as usual”, yaitu dengan sinergi antara pemerintah pusat,pemerintah daerah, BUMN dan BUMD dan; ketiga, komitmen deregulasi ( de- bottlenecking ) untuk meningkatkan investasi. Fokus MP3EI ini terletak pada pembangunan di delapan sektor ekonomi, yaitu pertanian, industri, energi, per...

Ciri-Ciri Orang Yang IKhlas

Ciri-ciri Orang yang Ikhlas Thursday, 15 March 2007 Seri Mutiara Al Hikam Oleh Aa Gym Syaikh Ahmad Ibnu Athaillah berkata dalam kitab Al Hikam, “Amal perbuatan itu sebagai kerangka yang tegak, sedang ruh (jiwa) nya adalah tempat terdapatnya rahasia ikhlas (ketulusan) dalam amal perbuatan” Bab tentang ikhlas adalah bab yang mutlak dan paling penting untuk dipahami dan diamalkan, karena amal yang akan diterima Allah SWT hanyalah amal yang disertai dengan niat ikhlas. “Tidaklah mereka diperintah kecuali agar berbuat ikhlas kepada Allah dalam menjalankan agama”. Oleh karenanya, sehebat apapun suatu amal bila tidak ikhlas, tidak ada apa-apanya dihadapan Allah SWT, sedang amal yang sederhana saja akan menjadi luar biasa dihadapan Allah SWT bila disertai dengan ikhlas. Tidaklah heran seandainya shalat yang kita kerjakan belum terasa khusyu, atau hati selalu resah dan gelisah dan hidup tidak merasa nyaman dan bahagia...