Skip to main content

Mari kita perbaiki shalat kita!! :)

Mengulas kembali tausiyah singkat yang saya dengar melalui radio Dahlia tadi subuh, saya lupa nama ustadz yang menyampaikan materinya, namun beliau menyampaikan materi yang sangat bermanfaat untuk kita renungkan.

Berkaitan dengan peringatan peristiwa Isra Mi'raj 27 rajab, yang jatuh bertepatan pada esok hari 10 juli 2010. Tak terasa 31 hari lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Hari terus bergulir dan usia kita pun semakin berkurang. berkaitan peristiwa besarIsra mi'raj, dimana Rasulullah saw menerima perintah Shalat 5 waktu dari Allah SWT dan perintah shalat itu pun menjadi ibadah utama untuk kita jalani sebagai umat islam. Semakin usia kita yang tak muda lagi, semakin dekatnya ajal kita, alangkah baiknya bil kita merenung sejenak mengevaluasi diri kita, mengevaluasi ibadah-ibadah kita yang telah kita jalani selama ini.Salah satu  perintah Allah SWT yaitu shalat. Shalat merupakan suatu kewajiban kita dan menjadi kebutuhan kita sebagai umat muslim. Moment-moment shalat inilah menjadi saat berharga untuk kita sebagai umat muslim agar bisa dekat kepada Allah SWT.
Seringkali, kita kurang menyadari dalam pelaksanaan shalat,kita melalaikan waktu shalat.Waktu shalat yang berharga seringkali kita acuhkan demi kegiatan yang tengah asik kita lakukan. Sebagaimana dalam Al-Qur'an surah Al-Ma'un ayat 4-5
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
QS. al-Ma'un (107) : 4
(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
QS. al-Ma'un (107) : 5
Dalam surah Al-Maun tersebut, Allah berfirman bahwasanya umat Islam yang melalaikan shalatnya mendapat celaka.Menunda-nunda waktu dan melalaikan waktu shalat sering kita lakukan, sungguh Allah telah menegaskan dalam Al-Qur'an bahwa Shalat itu adalah ibadah yang utama bagi kita sebagai umat Islam, selain itu shalat merupakan tiang agama, berdasarkan hadist yang menyebutkan yaitu:
"Shalat adalah tiang agama, barang siapa yang mengerjakannya berarti ia menegakkan agama, dan barang siapa meninggalkannya berarti ia meruntuhkan agama" (HR. Bayhaqi)
Selain kita sering melalaikan shalat, ada hal lain yang perlu kita perhatikan dan renungkan baik-baik sebagai evaluasi terhadap shalat yang kita dirikan yaitu, Pernahkah dalam shalat memikirkan hal-hal keduniawian , sehingga kita lupa rakaat yang sudah kita kerjakan ??
Nah itulah merupakan salah satu bukti dari shalat kita yang masih belum khusyuk.Masih banyak dari diri kita yang mengangap shalat hanyalah suatu kewajiban bukan suatu kebutuhan, sehingga kita lebih sering tidak memerhatikan pelaksanaan shalat kita dengan khusyuk. Shalat yng merupakan media hubungan kita dengan Sang Khaliq  Allah SWT, seharusnya menjadi sarana untuk kita bermunajat dan memohon ampun pada-Nya, namun seringkali kita melupakan esensi shalatyang sebenarnya, dan pelaksanaan shalat kita cenderung hanya sebagai pengugur kewajiban kita. Shalat yang baik yaitu shalat yang dalam pelaksanaannya dilakukan secara khusyuk, Shalat Khusyuk tidaklah sulit untuk dapat kita lakukan, ada beberapa hal yang perlu kita hadirkan dalam hati kita agar shalat yang kita lakukan itu menjadi khusyuk. Beberapa point yang perlu kita perhatikan yaitu Kegunaan shalat itu sendiri. Kegunaan shalat yang dapat kita pahami adalah sebagai berikut :
1. Menyadari dan meyakini bila kita melakukan shalat secara khusyuk, maka Allah menyediakan Syurga-Nya untuk kita, sebagaimana Allah telah berfirman dalam  Qs.Al-Mu'min:1-11 berbunyi :
َ
(1) Sesungguhnya menanglah orang-orang yang beriman.

 ٱلَّذينَ هُمْ في‏ صَلاتِهِمْ خاشِعُونَ 
(2) Orang-orang yang khusyu` di dalam melakukan sembahyang.

وَ الَّذينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ َ
(3) Dan orang-orang yang terhadap segala laku yang sia-sia me­nampik dengan keras.

 وَ الَّذينَ هُمْ لِلزَّكاةِ فاعِلُونَ َ
(4) Dan orang-orang yang mengerjakan ZAKAT.

 وَ الَّذينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حافِظُونَ َ
(5) Dan orang-orang yang selalu menjaga faraj (kelamin) mereka.

إِلاَّ عَلى‏ أَزْواجِهِمْ أَوْ ما مَلَكَتْ أَيْمانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومينَ َ
(6)  Kecuali terhadap isterinya atau hambasahayanya, maka tidaklah mereka tercela.

 فَمَنِ ابْتَغى‏ وَراءَ ذلِكَ فَأُولئِكَ هُمُ العادُونَ َ
(7) Tetapi barangsiapa yang masih memilih jalan di luar itu, itulah orang-orang yang telah melang­gar garis.

 وَ الَّذينَ هُمْ لِأَماناتِهِمْ وَ عَهْدِهِمْ راعُونَ َ
(8) Dan orang-orang yang menjaga dengan baik terhadap amanat dan janjinya.

 وَ الَّذينَ هُمْ عَلى‏ صَلَواتِهِمْ يُحافِظُونَ َ
(9) Dan orang-orang yang meme­lihara dan menjaga semua waktu sembahyangnya.

 أُولئِكَ هُمُ الْوارِثُونَ َ
(10) Mereka itulah yang akan me­warisi.

 ٱلَّذينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فيها خالِدُونَ َ
(11) Yang akan mewarisi syurga Firdaus dan di sanalah mereka mencapai khulud (kekal) selama­lamanya.

2. Shalat sebagai sarana untuk mengatasi masalah yang kita hadapi, sebagaimana dalam surah Al-Baqarah ayat 45, Allah SWT berfirman:

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
” Dan mintalah pertolongan ( kepada ) Allah dengan sabar dan sholat.
Dan sesungguhhya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusu’ , ( yaitu ) orang-orang yang menyakini , bahwa mereka akan menemui Robb-nya dan bahwa mereka akan kembali kepad-Nya ” ( QS Al Baqarah : 45 -46 ) 


3. Shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar

وَأَقِمْ الصَّلَاة إِنَّ الصَّلَاة تَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاء وَالْمُنْكَر وَلَذِكْرُ اللَّه أَكْبَر
“
dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan – perbuatan) keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya daripada ibadah – ibadah yang lain). (Al-‘Ankabut:45)
 
4.Hadirkanlah perasaan dekat dengan Allah dalam shalat yang kita lakukan. Semakin kita rasakan bahwa Allah melihat shalat yang kita lakukan, hal itu akan membuat kita semakin khusyuk dalam shalat. 
5. Manfaat shalat khusyuk salah satunya dapat melunakkan hati, apabila kita sedang dilanda rasa marah, cara yang tepat untuk meredam rasa marah itu adalah dengan melakukan shalat.
6.Shalat yang khusyu dan tumaninah dapat memupuk kesabaran kita
7.shalat merupakan ibadah yang dapat menghapus dosa
8. Shalat juga dapat menyembuhkan penyakit hati  sekaligus menyehatkan jasmani, gerakan-gerakan shalat sesungguhnya memiliki khasiat untuk melancarkan peredaran darah kita, saat kita ru'ku, sujud, dan melakukan gerakan shalat lainnya.
 Demikian 8 point yang dapat kita gunakan agar shalat yang kita lakukan menjadi shalat yang khusyu.
Selamat mencoba..
Semoga bermanfaat!

Comments

Popular posts from this blog

Menunggu..

Ya Rabb seperti inikah rasanya menunggu?? Ampuni daku atas ketidaksabaran yang berkali-kali menghampiri Ampuni daku atas ketidaktahuan atas pilihan terbaik-Mu Ya Rabb, hamba seperti berada di atas kapal kayu yang harus mendayung hingga daratan Kadang, saat hati lelah dayungan tersebut berhenti, namun ku berusaha mengembalikan semangat itu kembali Rindu dengan kondisi dulu.. Saat masih selalu terjaga Saat masih selalu menjaga Ku berharap penantian ini menjadi penantian terbaik yang telah Kau hadiahkan kepadaku.. Allahumma Aamiin

Sekilas Diskusi Kajian MP3EI dalam Perspektif HAK ASASI MANUSIA di KOMNAS HAM RI

Oleh Dwi Risna Yuniarti (email : drisna@theprakarsa.org) 10 Juni 2014   Peluncuran MP3EI yang dilakukan Pemerintah sudah dimulai sejak tahun 2011. Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) merupakan program pembangunan jangka menengah. Program yang diinisiasi oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian RI dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (bapennas) ini dilandasi oleh hukum Perpres No.32 Tahun 2011. Skala Proyek MP3EI ini akan berlangsung hingga 2025 mendatang secara masif dan luas. Ada tiga pendekatan yang dijalankan MP3Ei untuk menggenjot pembangunan ekonomi. Pertama, pendekatan terobosan ( breakthrough ); kedua, semangat “not business as usual”, yaitu dengan sinergi antara pemerintah pusat,pemerintah daerah, BUMN dan BUMD dan; ketiga, komitmen deregulasi ( de- bottlenecking ) untuk meningkatkan investasi. Fokus MP3EI ini terletak pada pembangunan di delapan sektor ekonomi, yaitu pertanian, industri, energi, per...

Ciri-Ciri Orang Yang IKhlas

Ciri-ciri Orang yang Ikhlas Thursday, 15 March 2007 Seri Mutiara Al Hikam Oleh Aa Gym Syaikh Ahmad Ibnu Athaillah berkata dalam kitab Al Hikam, “Amal perbuatan itu sebagai kerangka yang tegak, sedang ruh (jiwa) nya adalah tempat terdapatnya rahasia ikhlas (ketulusan) dalam amal perbuatan” Bab tentang ikhlas adalah bab yang mutlak dan paling penting untuk dipahami dan diamalkan, karena amal yang akan diterima Allah SWT hanyalah amal yang disertai dengan niat ikhlas. “Tidaklah mereka diperintah kecuali agar berbuat ikhlas kepada Allah dalam menjalankan agama”. Oleh karenanya, sehebat apapun suatu amal bila tidak ikhlas, tidak ada apa-apanya dihadapan Allah SWT, sedang amal yang sederhana saja akan menjadi luar biasa dihadapan Allah SWT bila disertai dengan ikhlas. Tidaklah heran seandainya shalat yang kita kerjakan belum terasa khusyu, atau hati selalu resah dan gelisah dan hidup tidak merasa nyaman dan bahagia...