Skip to main content

Pergi Malasku..Bangkit Semangatku!!

Lelah membuatku bingung..
mengapa hal ini sulit terungkap dariku??
Jauh ku menatap pandanganku
Jauh ku menggali ruang penat dijiwaku...
ternyata kosong
bukan ku menyalahkan diri
namun lagi-lagi penat ini muncul tanpa permisi
memulai aksinya yang keji
mengobrak-abrik serentetan pikiranku yang tersusun rapi
Aku hanyalah aku..
penatku muncul saat ku lalai
lelahku ibarat selembar kertas yang terobek kemudian terbuang begitu saja
Ah..aku ingin membuang pikiranku..
menuliskan dalam kata
mencurahkan perasaan jenuhku
ku butuh banyak..
banyak kertas tuk menuliskan kepenatanku
ku butuh pena..
ya pena beserta tinta yang penuh
untuk menggoreskan keluh jiwaku
ah...
dimana kugantungkan harapan yang dulu ku bangun??
dimana semangatku yang dulu menggebu??
dimana komitmenku yang dulu ku rajut??
Ah..
betapa mudahnya ku tenggelam dalam kemalasan..
kelalaian yang sering membuntutiku
godaan-godaan yang tak henti menghampiriku,,
Ku ingin menghempaskan semua..
Ya...semuanya..
Hei jiwaku..
mau berapa lama kau berdiam membisu??
Hei..semangatku..
Mau berapa lama kau membeku seperti itu??
Hei keluhku..
Pergi...
pergi...
biarkan ku  menjalani hidupku..
biarkanku mencapai kunci kesuksesanku nanti...
Jangan kau halangi dengan tipu daya kepadaku..
Aku bosan dengan segala keluhku..
ini bukanlah aku yang dulu
bukan aku yang seoptimis dulu
 Hei..Malas..
jangan bersarang dalam diriku..
Karena ku telah sadar terbujuk olehmu
Hei..
Semangatku..
Optimisku
Harapanku..
Cita-citaku..
Bangkitlah kalian semua..
Bangkit..
Lawan Rasa malas dan keluhku..
Yakinlah..
Yakin... Di ujung jalan itu ada kebahagiaan menantimu..

Comments

Popular posts from this blog

Menunggu..

Ya Rabb seperti inikah rasanya menunggu?? Ampuni daku atas ketidaksabaran yang berkali-kali menghampiri Ampuni daku atas ketidaktahuan atas pilihan terbaik-Mu Ya Rabb, hamba seperti berada di atas kapal kayu yang harus mendayung hingga daratan Kadang, saat hati lelah dayungan tersebut berhenti, namun ku berusaha mengembalikan semangat itu kembali Rindu dengan kondisi dulu.. Saat masih selalu terjaga Saat masih selalu menjaga Ku berharap penantian ini menjadi penantian terbaik yang telah Kau hadiahkan kepadaku.. Allahumma Aamiin

Sekilas Diskusi Kajian MP3EI dalam Perspektif HAK ASASI MANUSIA di KOMNAS HAM RI

Oleh Dwi Risna Yuniarti (email : drisna@theprakarsa.org) 10 Juni 2014   Peluncuran MP3EI yang dilakukan Pemerintah sudah dimulai sejak tahun 2011. Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) merupakan program pembangunan jangka menengah. Program yang diinisiasi oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian RI dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (bapennas) ini dilandasi oleh hukum Perpres No.32 Tahun 2011. Skala Proyek MP3EI ini akan berlangsung hingga 2025 mendatang secara masif dan luas. Ada tiga pendekatan yang dijalankan MP3Ei untuk menggenjot pembangunan ekonomi. Pertama, pendekatan terobosan ( breakthrough ); kedua, semangat “not business as usual”, yaitu dengan sinergi antara pemerintah pusat,pemerintah daerah, BUMN dan BUMD dan; ketiga, komitmen deregulasi ( de- bottlenecking ) untuk meningkatkan investasi. Fokus MP3EI ini terletak pada pembangunan di delapan sektor ekonomi, yaitu pertanian, industri, energi, per...

Ciri-Ciri Orang Yang IKhlas

Ciri-ciri Orang yang Ikhlas Thursday, 15 March 2007 Seri Mutiara Al Hikam Oleh Aa Gym Syaikh Ahmad Ibnu Athaillah berkata dalam kitab Al Hikam, “Amal perbuatan itu sebagai kerangka yang tegak, sedang ruh (jiwa) nya adalah tempat terdapatnya rahasia ikhlas (ketulusan) dalam amal perbuatan” Bab tentang ikhlas adalah bab yang mutlak dan paling penting untuk dipahami dan diamalkan, karena amal yang akan diterima Allah SWT hanyalah amal yang disertai dengan niat ikhlas. “Tidaklah mereka diperintah kecuali agar berbuat ikhlas kepada Allah dalam menjalankan agama”. Oleh karenanya, sehebat apapun suatu amal bila tidak ikhlas, tidak ada apa-apanya dihadapan Allah SWT, sedang amal yang sederhana saja akan menjadi luar biasa dihadapan Allah SWT bila disertai dengan ikhlas. Tidaklah heran seandainya shalat yang kita kerjakan belum terasa khusyu, atau hati selalu resah dan gelisah dan hidup tidak merasa nyaman dan bahagia...