Skip to main content

Keluarga AWAN..PKPM 2009

PKPM 2009...
THE GREAT INSPIRATOR,,YEAH!!!

Itulah jargon angkatan kami..
yup, PKPM..Pelatihan Kepemimpinan Profesionalisme Mahasiswa.. adalah sebuah pelatihan yang diselenggarakan oleh divisi SDM BEM FE UNPAD, yang mana di PKPM ini kita dilatih layaknya seorang pemimpin, selama tiga hari yaitu, 19,20,21 november 2009 merupakan hari yang tak akan terlupakan. Bertempat di Vila Merah, Parongpong- Bandung, kami semua menjalani pelatihan di sana. Dimulai dengan penyajian materi tentang self concept, leadership, public speaking, dsb. Tak hanya itu, kami pun diberi tugas yaitu dengan menganalisa masalah dan kami home stay di rumah penduduk setempat, jujur itu merupakan pengalaman yang baru pertama kali ku rasakan, setelah semalaman menginap di rumah penduduk, kami melakukan aktivitas kembali di vila, selama di vila panitia menyuruh kami  singgah di pos-pos tertentu untuk diberikan bermacam-macam games. Udara gunung yang dingin tak membuat kami enggan beraktivitas, di pagi harinya kami pkpm 2009 bertanding "BENTENG" dengan pkpm 2008, yang pada akhirnya di menangkan  pkpm 2008.Selanjutnnya di malam hari kami mengadakan sidang pemilihan ketua angkatan PKPM 2009, semalaman penuh aku beserta teman-temanku saling mengajukan pendapat dalam sidang, sesuatu yang menarik, dari pengalaman sidang itu, kami mendapatkan pelajaran bagaimana menghadapi sidang. Pagi harinya adalah hari terakhir pelatihan kami, hari ketiga inilah yang menjadi suatu moment yang sangat berasa. Kami semua melakukan haiking ke puncak gunung tangkuban perahu, haiking dimulai pukul 10 pagi, cuaca gunung yang tak dapat diperkirakan, membuat kami harus siaga menghadapi segala kemungkinan yang terjadi dalam perjalanan. Hujan, kabut, dan jalan yang terjal serta licin, adalah hal yang sangat menantang dalam perjalanan kami. selama kurang lebih lima jam perjalanan, dengan susah payah kami mendaki, akhirnya kami tepat mencapai puncak tangkuban perahu..kami di suruh menutup mata dan berbaris, di saat yang tepat, panitia menyuruh kami membuka mata dan..
SUBHANALLAH.. pemandangan yang luar biasa yang kami rasakan, bayangkan saja kita berdiri di tepi  jurang yang curam dengan pemandangan gunung disekelilingnya tertutupi kabut tebal ( sehabis hujan turun) dan ada kawah tangkuban perahu yang sungguh luar biasa..itulah pertama kalinya aku dapat berkunjung ke tangkuban perahu.
Kami di lantik sebagai angkatan "AWAN" itu adalah nama yang di berikan oleh Presiden BEM  FE UNPAD, kang supriatna. Kami di lantik, dan disematkan pin pkpm 2009..
Hanya sesaat kami dapat menikmati pemandangan di puncak, karena hari mulai gelap, kami harus segera pulang. Di saat kami turun gunung, ternyata cuaca tak bersahabat, kami di guyur hujan yang lebat dan jalanan pendakian kami pun licin total, sehingga kami harus hati-hati menuruninya. hari semakin gelap, dan hujanpun belum mau berhenti, rombongan kami yang sempat kelelahan dan kedinginan harus segera mempercepat langkah untuk segera turun, bau belerang yang semakin lekat tercium serta badan yang menggigil kedinginan di suasana yang semakin gelap (memang pada saat itu hampir magrib),membuat  kami semua khawatir dengan keadaan masing-masing. Sempat pula ada teman kami yang hilang, dan ternyata dia mencari jalan sendiri. Kepanikan kami mulai mereda saat melihat mobil tronton yang membawa kami pulang. secercah ketenangan menyergap saat kami semua di angkut pulang ke kampus. di perjalanan, aku memperhatikan wajah-wajah lelah teman-temanku, meskipun  kami lelah namun di balik itu semua tersimpan memori indah yang menjadikan kami merasakan bahwa kami adalah keluarga Baru,,Keluarga AWAN..
SEMANGAT KAWAN.. kita adalah para Inspirator besar!!!
Unforgetable moment...

Comments

Popular posts from this blog

Menunggu..

Ya Rabb seperti inikah rasanya menunggu?? Ampuni daku atas ketidaksabaran yang berkali-kali menghampiri Ampuni daku atas ketidaktahuan atas pilihan terbaik-Mu Ya Rabb, hamba seperti berada di atas kapal kayu yang harus mendayung hingga daratan Kadang, saat hati lelah dayungan tersebut berhenti, namun ku berusaha mengembalikan semangat itu kembali Rindu dengan kondisi dulu.. Saat masih selalu terjaga Saat masih selalu menjaga Ku berharap penantian ini menjadi penantian terbaik yang telah Kau hadiahkan kepadaku.. Allahumma Aamiin

Sekilas Diskusi Kajian MP3EI dalam Perspektif HAK ASASI MANUSIA di KOMNAS HAM RI

Oleh Dwi Risna Yuniarti (email : drisna@theprakarsa.org) 10 Juni 2014   Peluncuran MP3EI yang dilakukan Pemerintah sudah dimulai sejak tahun 2011. Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) merupakan program pembangunan jangka menengah. Program yang diinisiasi oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian RI dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (bapennas) ini dilandasi oleh hukum Perpres No.32 Tahun 2011. Skala Proyek MP3EI ini akan berlangsung hingga 2025 mendatang secara masif dan luas. Ada tiga pendekatan yang dijalankan MP3Ei untuk menggenjot pembangunan ekonomi. Pertama, pendekatan terobosan ( breakthrough ); kedua, semangat “not business as usual”, yaitu dengan sinergi antara pemerintah pusat,pemerintah daerah, BUMN dan BUMD dan; ketiga, komitmen deregulasi ( de- bottlenecking ) untuk meningkatkan investasi. Fokus MP3EI ini terletak pada pembangunan di delapan sektor ekonomi, yaitu pertanian, industri, energi, per...

Ciri-Ciri Orang Yang IKhlas

Ciri-ciri Orang yang Ikhlas Thursday, 15 March 2007 Seri Mutiara Al Hikam Oleh Aa Gym Syaikh Ahmad Ibnu Athaillah berkata dalam kitab Al Hikam, “Amal perbuatan itu sebagai kerangka yang tegak, sedang ruh (jiwa) nya adalah tempat terdapatnya rahasia ikhlas (ketulusan) dalam amal perbuatan” Bab tentang ikhlas adalah bab yang mutlak dan paling penting untuk dipahami dan diamalkan, karena amal yang akan diterima Allah SWT hanyalah amal yang disertai dengan niat ikhlas. “Tidaklah mereka diperintah kecuali agar berbuat ikhlas kepada Allah dalam menjalankan agama”. Oleh karenanya, sehebat apapun suatu amal bila tidak ikhlas, tidak ada apa-apanya dihadapan Allah SWT, sedang amal yang sederhana saja akan menjadi luar biasa dihadapan Allah SWT bila disertai dengan ikhlas. Tidaklah heran seandainya shalat yang kita kerjakan belum terasa khusyu, atau hati selalu resah dan gelisah dan hidup tidak merasa nyaman dan bahagia...